Langsung ke konten utama

Postingan

Doa Penembus Langit: Kisah Kemustajaban KH. Moh. Hasan Saat Memimpin Sholat Istisqo' di Sukaoneng (Kisah Singkat)

KH.Moh. Hasan KH. Moh. Hasan merupakan sosok ulama karismatik yang mencatatkan tinta emas dalam sejarah Pondok Pesantren Darul Hikam Rujing, Bawean. Sebagai pengasuh generasi kedua (2), kealiman ilmu agama serta ketegasan prinsip beliau menjadi lentera penerang bagi masyarakat pada zamannya. Tak heran jika wibawa beliau begitu membekas, menjadikan beliau figur kyai yang amat disegani dan dihormati, baik oleh para santri, masyarakat awam, maupun deretan ulama sezaman. Kedalaman ilmu beliau tak perlu diragukan lagi. KH. Moh. Hasan dikenal sangat alim dan menguasai berbagai cabang disiplin ilmu agama. Mulai dari ilmu alat, seperti Nahwu dan Sharaf, yang menjadi fondasi utama dalam memahami literatur Islam klasik. Dan bidang ilmu faraid (hukum pembagian waris)—sebuah cabang ilmu yang terbilang rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi, dan masih banyak cabang ilmu lainnya yang beliau kuasai. Keilmuan beliau yang mendalam ini menjadikan beliau rujukan utama masyarakat dalam menyelesaikan berb...
Postingan terbaru

Sejarah Singkat Kampung Arab Rujing Serta Berdirinya Ponpes Darul Hikam Sukaoneng

  Menguak Silsilah dan Sejarah Kampung Arab Rujing serta Berdirinya Ponpes Darul Hikam Sukaoneng Maps: dusun rujing  (https://osm.org/go/txVTKC0A-?layers=VN) Pulau Bawean menyimpan serpihan sejarah intelektual Islam yang sangat mengagumkan. Salah satu episentrum peradaban keilmuan tersebut berada di Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik. Berdasarkan hasil penelitian sejarawan Islam Bawean, Burhanuddin , peradaban Islam di desa ini lahir dari ketekunan garis keturunan ulama besar, tradisi santri kelana, hingga berdirinya sebuah pemukiman ikonis yang dijuluki "Kampung Arab" di Dusun Rujing (Rojing). Fondasi Awal: Generasi Emas K.H Arsyad dan Nyai Fatimah Lempengan sejarah di Desa Sukaoneng bermula dari seorang kyai keturunan keluarga asal Sulawesi bernama K.H Arsyad . Beliau merupakan putra dari Suryani yang menetap di perkampungan Dhejhe Ropet, Desa Sukaoneng. K.H Arsyad menikah dengan seorang perempuan luar biasa bernama Nyai Fatimah (akrab disapa Nyai Imah). ...