Doa Penembus Langit: Kisah Kemustajaban KH. Moh. Hasan Saat Memimpin Sholat Istisqo' di Sukaoneng (Kisah Singkat)
![]() |
| KH.Moh. Hasan |
Kedalaman ilmu beliau tak perlu diragukan lagi. KH. Moh. Hasan dikenal sangat alim dan menguasai berbagai cabang disiplin ilmu agama. Mulai dari ilmu alat, seperti Nahwu dan Sharaf, yang menjadi fondasi utama dalam memahami literatur Islam klasik. Dan bidang ilmu faraid (hukum pembagian waris)—sebuah cabang ilmu yang terbilang rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi, dan masih banyak cabang ilmu lainnya yang beliau kuasai. Keilmuan beliau yang mendalam ini menjadikan beliau rujukan utama masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan keagamaan.
Di balik sosoknya yang tegas dan alim, tersimpan kedekatan spiritual yang begitu mendalam dengan Sang Maha Kuasa. Ada sebuah cerita yang di ceritakan oleh salah seorang ustadz (Guru pengajar) Diniyah di Ponpes Darul Hikam adalah tentang kemustajaban doa beliau.
Kala itu, Desa Sukaoneng tengah dilanda kemarau panjang yang menguji ketahanan warga pada waktu itu. Selang waktu setelah berikhtiar, masyarakat sepakat untuk menggelar shalat Istisqa guna memohon rahmat berupa hujan. KH. Moh. Hasan pun memimpin ritual suci tersebut. Dengan penuh kekhusyukan, beliau menjalankan setiap tata cara shalat dan khotbah sesuai yang di ajarkan oleh Rasulullah dengan sangat teliti.
Suasana haru dan penuh harap membuncah saat ibadah usai digelar. Warga mulai beranjak pulang, begitu pula dengan KH. Moh. Hasan yang melangkahkan kaki menuju kediamannya. Namun, belum sempat langkah beliau sampai di ambang pintu rumah, keajaiban langit terjadi. Tanpa menunda, Allah SWT langsung mengijabah permohonan hamba-Nya: awan berkumpul dan hujan seketika mengguyur bumi Sukaoneng.
Hari-hari pun terus berlalu kecintaan beliau terhadap ilmu dan ibadah terus terjaga hingga akhir hayatnya. Dan pada tahun 2011, Kyai Moh.Hasan dipanggil berpulang ke rahmatullah. Dan Masyaallah, sekitar satu bulan menjelang wafatnya, beliau masih sempat mengkhatamkan Nadhom Faraid (bait-bait syair ilmu waris). Sebuah isyarat indah yang menunjukkan betapa konsistennya beliau dalam menjaga, mendalami, dan mengamalkan ilmu hingga napas terakhirnya.
Peristiwa dan perjalanan hidup ini menjadi saksi bisu betapa bersihnya hati, tingginya derajat keilmuan, serta eratnya hubungan KH. Moh. Hasan dengan Sang Pencipta.
والله اعلم باالصوب
Kisah pendek yang masih banyak kekurangannya, dan apabila ada ketidak sesuaian atau kesalahan dalam menulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.🙏

Komentar
Posting Komentar