Langsung ke konten utama

Doa Penembus Langit: Kisah Kemustajaban KH. Moh. Hasan Saat Memimpin Sholat Istisqo' di Sukaoneng (Kisah Singkat)

KH.Moh. Hasan
KH. Moh. Hasan merupakan sosok ulama karismatik yang mencatatkan tinta emas dalam sejarah Pondok Pesantren Darul Hikam Rujing, Bawean. Sebagai pengasuh generasi kedua (2), kealiman ilmu agama serta ketegasan prinsip beliau menjadi lentera penerang bagi masyarakat pada zamannya. Tak heran jika wibawa beliau begitu membekas, menjadikan beliau figur kyai yang amat disegani dan dihormati, baik oleh para santri, masyarakat awam, maupun deretan ulama sezaman.

Kedalaman ilmu beliau tak perlu diragukan lagi. KH. Moh. Hasan dikenal sangat alim dan menguasai berbagai cabang disiplin ilmu agama. Mulai dari ilmu alat, seperti Nahwu dan Sharaf, yang menjadi fondasi utama dalam memahami literatur Islam klasik. Dan bidang ilmu faraid (hukum pembagian waris)—sebuah cabang ilmu yang terbilang rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi, dan masih banyak cabang ilmu lainnya yang beliau kuasai. Keilmuan beliau yang mendalam ini menjadikan beliau rujukan utama masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan keagamaan.

Di balik sosoknya yang tegas dan alim, tersimpan kedekatan spiritual yang begitu mendalam dengan Sang Maha Kuasa. Ada sebuah cerita yang di ceritakan oleh salah seorang ustadz (Guru pengajar) Diniyah di Ponpes Darul Hikam adalah tentang kemustajaban doa beliau.

Kala itu, Desa Sukaoneng tengah dilanda kemarau panjang yang menguji ketahanan warga pada waktu itu. Selang waktu setelah berikhtiar, masyarakat sepakat untuk menggelar shalat Istisqa guna memohon rahmat berupa hujan. KH. Moh. Hasan pun memimpin ritual suci tersebut. Dengan penuh kekhusyukan, beliau menjalankan setiap tata cara shalat dan khotbah sesuai yang di ajarkan oleh Rasulullah dengan sangat teliti.

Suasana haru dan penuh harap membuncah saat ibadah usai digelar. Warga mulai beranjak pulang, begitu pula dengan KH. Moh. Hasan yang melangkahkan kaki menuju kediamannya. Namun, belum sempat langkah beliau sampai di ambang pintu rumah, keajaiban langit terjadi. Tanpa menunda, Allah SWT langsung mengijabah permohonan hamba-Nya: awan berkumpul dan hujan seketika mengguyur bumi Sukaoneng.

Hari-hari pun terus berlalu kecintaan beliau terhadap ilmu dan ibadah terus terjaga hingga akhir hayatnya. Dan pada tahun 2011, Kyai Moh.Hasan dipanggil berpulang ke rahmatullah. Dan Masyaallah, sekitar satu bulan menjelang wafatnya, beliau masih sempat mengkhatamkan Nadhom Faraid (bait-bait syair ilmu waris). Sebuah isyarat indah yang menunjukkan betapa konsistennya beliau dalam menjaga, mendalami, dan mengamalkan ilmu hingga napas terakhirnya.

Peristiwa dan perjalanan hidup ini menjadi saksi bisu betapa bersihnya hati, tingginya derajat keilmuan, serta eratnya hubungan KH. Moh. Hasan dengan Sang Pencipta.

والله اعلم باالصوب

Kisah pendek yang masih banyak kekurangannya, dan apabila ada ketidak sesuaian atau kesalahan dalam menulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Kampung Arab Rujing Serta Berdirinya Ponpes Darul Hikam Sukaoneng

  Menguak Silsilah dan Sejarah Kampung Arab Rujing serta Berdirinya Ponpes Darul Hikam Sukaoneng Maps: dusun rujing  (https://osm.org/go/txVTKC0A-?layers=VN) Pulau Bawean menyimpan serpihan sejarah intelektual Islam yang sangat mengagumkan. Salah satu episentrum peradaban keilmuan tersebut berada di Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik. Berdasarkan hasil penelitian sejarawan Islam Bawean, Burhanuddin , peradaban Islam di desa ini lahir dari ketekunan garis keturunan ulama besar, tradisi santri kelana, hingga berdirinya sebuah pemukiman ikonis yang dijuluki "Kampung Arab" di Dusun Rujing (Rojing). Fondasi Awal: Generasi Emas K.H Arsyad dan Nyai Fatimah Lempengan sejarah di Desa Sukaoneng bermula dari seorang kyai keturunan keluarga asal Sulawesi bernama K.H Arsyad . Beliau merupakan putra dari Suryani yang menetap di perkampungan Dhejhe Ropet, Desa Sukaoneng. K.H Arsyad menikah dengan seorang perempuan luar biasa bernama Nyai Fatimah (akrab disapa Nyai Imah). ...